Posts

Sastra itu berat

Sastra itu berat kata sebuah pengantar di buku harimau sunda dan badak sunda milik ajip rosidi, nah justru disini sebenarnya yang membuat jelas, ada tendensi bahwa mungkin benar bahwa hari ini sastra itu begitu berat.                Jika harus mencari atau melakukan teori cocokologi dan korelasinya soal sastra yang berat dengan perempuan, berarti jelaslah bahwa sosok yang harus dicari adalah sosok yang mampu paham atau mau bersusah payah memahami sesuatu yang rumit namun indah, atau sesuatu yang indah dalam kerumitan.   yang sebenarnya dewasa ini bagi banyak perempuan yang menghamba pada gaya hidup hedonis dan penganut paham cantik ideal adalah cantik yang seperti apa yang ditayangkan iklan – iklan di tv maka sastra, puisi, lirik dan prosa atau mereka yang puitis akan dikatakan alay adalah bukti dan tanda bahwa sastra mungkin sudah lama jadi begitu berat atau otak mereka justru yang jadi semakin terlampau sempit dan picick!    ...

Nietche Moralitas dan Kompromisitas masyarakat

Kesulitan yang dihadapi banyak orang belajar memahami tesis nya nietzche adalah karena mereka tidak terbuka secara fikiran atau pun perasaan. kita tahu bahwa nietzche itu seorang nihilis atau pesimistis oleh orang – orang naïf, tapi untuk saya dia cukup realistis, dengan membaca filsafatnya nietzche saya tidak hendak menentang eksistensi tuhan secara metafisik atau pun transedental  tapi pada dasarnya bahkan fakta pun adalah kata lain dari interpretasi yang diamini oleh banyak orang.                Saya merefleksikan dan mereduksi ulang dan memanifestasikan tesis nietzche pada pengejawantahan yang tergerus menjadi pengTuhanan manusia terhadap moralitas yang ponggah dan cacat yang dijunjung tinggi oleh masyarakat .                Yang saya tentang adalah ketiadaan kebebasannya dari manusia atas kesadarannya untuk mandiri, tidak di dikte sana – sini menjadi sesuatu yang diingikan banyak orang sedang dalam...

Social interest

Datang menuju pernikahan teman bukanlah momok yang menakutkan bagi seorang penyendiri seperti saya, karena motifnya saya enggan bertandang pada acaranya itu lebih pada alasanya, atau pada landasan prinsipilnya soal  apa yang harus saya pegang untuk suka rela datang kesana. pertanyaan seperti “kapan nikah ?”  atau “kenapa masih sendiri ?” bukan hal yang patut ditakuti. Yang selalu jadi momok untuk saya adalah motif dan dasar apa yang bisa membuat saya dengan sukarela datang pada acara pernikahan teman ?  jika kehadiran saya pada pernikahan teman adalah bentuk dari ikut berbahagia atas suka cita teman dan sebagai pengejawantahan doa atas apa yang di capai teman itu berarti saya tidak perlu datang, karena saya gak dapet bonus apa – apa dari bertingkah seperti itu kan ? berdoa bisa dimana saja dan kapan saja, justru dengan bertingkah seperti itu nampak membuat saya agak munafik , saya gak ngerasa bahagia juga gak ngerasa sedih juga gak ngerasa benci atau suka atas apa y...

Tjerita Nyai Dasima

Nyai dasima, sebuah karya sastra karangan G Francais baru saya selesaikan dua hari lalu, tapi sebelum say abaca karya asli dari G.francaisnya say abaca karya itu yang telah digubah ulang oleh ardan, yang membuat karyanya menjadi lebih kearah kebangsaan dan pribumi, atau bentuk perubahan sudut pandang .            Yah, siapapun yang pernah baca karya ini pasti ngerti maksud saya, kenapa ? karena jelas Francais nulis itu berdasarkan sudut pandang dia melihat islam dan orang – orang pribumi berdasarkan pada realitas yang ia tahu dengan prasangka yang buruk, sedang ardan dari sudut pandang sebaliknya, merubah struktur dan pewatakan tokohnya dalam cerita dalam sudut pandang islam yang baik dan moralitas kebangsaan yang nasionalis, yang melekat pada cerita Ke – nYaian.            Point saya soal karya Ardan, jelas membuat ceritanya menjadi lebih terpusat pada psikologis Samiun dan Hayati, perkembangan karakter dan sifat mereka yang j...

Edgar Allan Poe Part 2

Edgar Allan Poe, Sastrawan Besar yang karyanya sempat diremehkan oleh orang – orang di amerika sana, karna pada masanya kala itu gerakan sastra sedang dimabuk Romantisme, namun konsistensi, visi dan apa yang dia percayai ternyata membuah kan hasil, “apa yang tidak bisa membunuh ku membuat ku kuat” nietzche mengatakan itu, dan quote itu amat sangat koheren dengan apa yang dilakukan Poe, Kumpulan karya dari allan Poe yang saya baca dalam satu buku berjudul Black Cat and The Other Stories mengatakan itu, kuat sekali apa yang ditulis oleh beliau, menilik dari karya yang paling awal dari bab pertama berjudul Ligea, Penuh hal – hal berbau supranatural saya sempat berfikir bahwa apakah di luar negri sana hal – hal seperti ini adalah hal menarik ?            karena jika mengingat dalam kebudayaan kita masyrakat timur itu seolah memang lebih mudah percaya terhadap hal – hal yang sifatnya mistis dan metafisis, dan sedangkan orang – orang barat sana lebih selalu beror...

Edgar Allan Poe

Edgar Allan Poe seorang perintis genre mistis dan perintis kisah – kisah berbau penyelidikan atau yang menginspirasi sir Arthur conan doyle menciptakan beberapa kasus dalam cara memecahkan masalah Sherlock holmes .            Pertama kali saya dengar nama edgar allan poe ketika saya berkunjung ke salah satu toko buku besar yang ada di kota saya. buku yang saya lihat waktu itu bercoverkan kucing berwarna hitam dengan mata berwarna kuning, yah judulnya Black Cat and The Other Stories, itu kumpulan cerpen yang dimuat dalam satu buku karya Poe, waktu pertama kali saya pegang bukunya dan baca synopsis di belakang bukunya, saya cukup terkesan dan merasa penasaran namun sayang waktu itu biayanya gak cukup jadi saya cuman masukan ke list buku selanjutnya yang harus saya beli.            Nah setelah beberapa bulan ternyata saya lupa untuk beli buku itu sampai pada akhirnya saya seolah teringat kembali setelah selesai nonton film yang be...

Bang Murakami !

Dua buku dari haruki murakami yang telah saya baca adalah 1q84 dan kafka on the shore, kesan yang ditimbulkan dari membaca kedua karya tersebut membuat saya berdecak kagum dalam keheningan yang suril dalam lamunan.            murakami selalu mampu membuat sesuatu yang mahal tanpa harus berlelah – lelah menjelaskan rincian mengapa tulisannya itu seperti itu, dia seolah merasa “ perduli setan dengan aturan “, yah kesan itu juga yang saya tangkap setelah menuntaskan karya murakami di atas, seperti saat pertama kali membaca Bumi manusianya milik pram, untuk beberapa waktu saya seolah menghilang dari waktu dan kenyataan merenungi apa yang saya baca, namun bedanya pram itu dekat dengan realitas dan murakami dengan absurditas nalarnya yang nakal dan unpredictable, dua – duanya seorang realis nihilis namun dalam paying yang berbeda.            Seperti melihat lukisan Salvador dali atau monalisanya Da Vinci, membaca murakami menuntut sa...