Homo socius

Sejak kapan tiap langkah yang kita buat memengaruhi kehidupan yang lain,maka sejak kapan pula bahwa satu kalimat mampu menguncang kondisi kejiwaan orang lain? Sudah pada fitrahnya manusia ikut campur pada urusan manusia yang lain,homo socius kata orang-orang yunani sana,aku bukan hendak ingin menjadi robot yang tak berperasaan justru karena aku ingin adil dan bijak terhadap perasaan itu sendiri,kemudian aku berfikir,bahwa agar tidak terlibat dengan segala macam emosi apapun,kita tak perlu masuk dalam kondisi dan suasana apapun.itu saja.

Comments

Popular posts from this blog

Kepakaran Nggak Mati — Dia Cuma Bermigrasi (Sebuah diskusi panjang tentang dua buku, satu sungai, dan satu pendeta-insinyur dari Varanasi).

Emotional management fulfill mindset for gen Z

Is there something worse rather than procrastinating?